(031) 8415492 humassman16sby@gmail.com

Jurnalistik merupakan suatu kegiatan menulis yang biasanya berkaitan dengan kewartawanan atau persuratkabaran, atau dalam kata lain jurnalistik merupakan suatu kegiatan mulai dari mencaritahu, mengolah, menulis, hingga sampai pada tahapan menyebarluaskan suatu informasi yang didapatkan kepada khalayak umum secara langsung atau melalui perantara media sosial. Diketahui bahwasannya tidak semua orang dapat menulis dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah tulisan yang berlaku. Oleh sebab itu maka SMA Negeri 16 Surabaya dalam menjembatani peserta didik untuk menumbuhkembangkan minat membaca, menganalisis, dan menulis maka dilaksanakannya pelatihan jurnalistik ini agar semua peserta didik SMA Negeri 16 Surabaya dapat memiliki kemampuan untuk menulis yang baik dan benar sesuai dengan kaidah tulisan serta penyajian tulisan di tiap kalimatnya dapat tersusun secara sistematis.

Kegiatan pelatihan jurnalistik di SMA Negeri 16 Surabaya ini dilaksanakan pada Hari Kamis, tanggal 28 Oktober 2021. Kegiatan jurnalis ini diikuti oleh seluruh peserta didik SMA Negeri 16 Surabaya dari berbagai jenjang tingkatan mulai dari kelas 10 sampai dengan kelas 12 dimana pada masing-masing kelas diminta untuk mengirimkan 2 siswa/i sebagai perwakilan kelas mereka masing-masing. Proses pemilihan peserta yang mewakili masing-masing kelas ini sangat beragam, ada yang berasal dari tunjukan wali kelas didasarkan pada kemampuan peserta didik dalam hal menulis, ada yang berdasarkan hasil diskusi siswa di tiap kelas dan ada juga beberapa kelas yang memang mengajukan dirinya secara sukarela untuk mewakili kelas dalam pelatihan jurnalistik ini sebagai wujud apresiasi dan semangat peserta didik dalam mengasah kemampuan menulisnya.

Teknis kegiatan pada pelatihan jurnalistik di SMA Negeri 16 Surabaya ini dimana seluruh peserta yang menjadi perwakilan kelas dikumpulkan di dalam ruangan yang sama yakni di Gedung Kesenian SMA Negeri 16 Surabaya. Kemudian mereka akan dijelaskan terlebih dahulu oleh Pemateri pada pelatihan jurnalistik yang disampaikan oleh Ibu Anis Hidayatie. Beliau memberikan penjelasan kepada peserta didik tentangĀ  kiat-kiat serta tips n trik yang mudah tentang bagaimana cara membuat artikel yang baik dan benar. Setelah pemaparan materi selesai, selanjutnya peserta didik akan diberikan tugas, tugas yang diberikan sangat bervariatif seperti: membuat berita, membuat artikel, menulis cerpen, membuat puisi, menuliskan profil kepala sekolah, melakukan wawancara kepada 4 guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, membuat komik, melakukan wawancara kepada siswa/iĀ  berprestasi di sekolah, dan ada beberapa tugas lainnya. Pembagian tugas tersebut dimana peserta didik akan dibentuk menjadi beberapa kelompok berdasarkan tunjukan langsung dari pemateri tersebut.

Kegiatan pelatihan jurnalistik ini berlangsung mulai dari pagi hari hingga sore hari. Setelah semua peserta didik menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pemateri, selanjutnya hasil tugas mereka akan dievaluasi oleh pemateri yakni oleh Bu Anis. Setelah masing-masing kelompok mendapatkan evaluasi hasil tugasnya dari Bu Anis, selanjutnya Bu Anis selaku pemateri pada kegiatan pelatihan jurnalistik mengumumkan 5 peserta dengan hasil tulisan terbaik kemudian memberikan apresiasi khusus untuk kelima peserta tersebut. Kemudian sebagai perwujudan apresiasi kepada seluruh peserta pelatihan jurnalistik yang telah mengikuti kegiatan tersebut dari awal hingga akhir acara, semua hasil tulisan mereka akan dipublikasikan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan jurnalistik ini berlangsung sangat meriah sekali, sebab semua peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik dari awal hingga akhir kegiatan, serta tugas yang diberikan oleh pemateri mereka kerjakan dengan sungguh-sungguh dan mereka saling berebut agar hasil tugas mereka dapat dikoreksi oleh pemateri dan mendapatkan evaluasi.

Harapan besar setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan jurnalistik ini diharapkan semua peserta didik dapat belajar dan mengetahui bagaimana cara menulis yang baik dan benar serta untuk menumbuhkembangkan kegiatan literasi mereka. Sebab dengan adanya minat literasi yang tinggi pada peserta didik, maka secara tidak langsung juga akan menumbuhkan minat menulis bagi tiap peserta didik. (Novia/Hp)