(031) 8415492 humassman16sby@gmail.com

Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi yang terjadi antara guru dan peserta didik di sekolah. Semenjak muncul wabah COVID-19 di negeri ini sekitar hampir 1,5 tahun yang membuat beberapa aktvitas masyarakat sehari-hari harus mengalami beberapa kendala salah satunya yakni dalam proses kegiatan pembelajaran di sekolah, akhirnya kini mulai dapat dilakukan uji coba pembelajaran tatap muka seperti di beberapa sekolah di wilayah Jawa Timur.

Melalui beberapa pertimbangan seperti di wilayah Kota Surabaya yang sudah masuk dalam zona kuning serta pelaksanaan vaksinasi yang sudah dilakukan hampir serentak untuk masayarakat, akhirnya pemerintah memperbolehkan beberapa sekolah untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka seperti yang dilakukan oleh SMAN 16 Surabaya.

SMAN 16 Surabaya dalam hal ini Ibu Kepala Sekolah Hj. R.A. Roosdiantini, S.Pd., M.Pd menyatakan bahwa pihak sekolah berani mengambil sikap untuk melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka melalui beberapa pertimbangan seperti: ketersediaan protokol kesehatan yang memadai di lingkungan sekolah berupa tempat cuci tangan dan sabun yang ada di lobby depan ketika hendak memasuki lingkungan sekolah dan di beberapa titik seperti di depan kelas-kelas, menyediakan alat pengukur suhu, hand sanitizer di setiap ruang kelas, selalu membersihkan lingkungan sekolah setiap hari, serta warga sekolah seperti kurang lebih sebanyak 90% Bapak/Ibu Guru yang sudah melaksanakan vaksinasi 1 dan 2 serta peserta didik yang sudah divaksin 1 kurang lebih sebanyak 80%, para warga sekolah yang diwajibkan untuk selalu memakai masker dan selalu menaati protokol kesehatan, serta  didasarkan pada instruksi dari Kemendagri Nomor 35 Tahun 2021 yang kemudian dengan arahan dari Gubernur Jatim dan Nota Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur dikumpulkan cabang dinas wilayah Sidoarjo Surabaya untuk dapat melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka.

Sekolah merasa sangat senang karena waktu yang dinanti-nanti bagi Bapak/Ibu Guru dan peserta didik untuk dapat melaksanakan kembali pembelajaran tatap muka seperti sedia kala kini dapat dilaksanakan kembali meskipun pada dasarnya uji coba pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan ini belum dapat dilaksanakan secara penuh 100%. Sehingga dalam uji coba pembelajaran tatap muka kali ini SMAN 16 Surabaya melaksanakan dengan sistem 50% menggunakan absen ganjil genap, sehingga setiap peserta didik melaksanakan pembelajaran tatap muka sebanyak 3 kali dalam seminggu, sebagai contoh untuk hari ini yang pembelajaran tatap muka di sekolah adalah peserta didik absen ganjil dan yang absen genap pembelajaran dari rumah secara daring, sedangkan di hari berikutnya bergantian peserta didik absen genap pembelajaran tatap muka di sekolah dan yang absen ganjil pembelajaran dari rumah melalui daring, begitu seterusnya. Pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan di SMAN 16 Surabaya ini mulai pukul 07.00-11.00 WIB dengan kapasitas peserta didik setiap kelas berjumlah 18 siswa. Peserta didik sangat antusias karena dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah sehingga mereka dapat lebih mudah untuk menerima pelajaran dari Bapak/Ibu Guru, serta para Bapak/Ibu Guru juga sangat antusias karena sudah sangat rindu bertemu dengan peserta didik dan berinteraksi secara langsung dengan mereka.

Ibu Kepala SMAN 16 Surabaya Hj. R.A. Roosdiantini, S.Pd., M.Pd berharap agar pembelajaran tatap muka seperti ini dapat berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apapun sehingga kedepannya pembelajaran tatap muka tidak hanya sekedar uji coba saja melainkan dapat dilaksanakan secara penuh yakni 100% peserta didik dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.