(031) 8415492 humassman16sby@gmail.com

Sumber Artikel          : YOUTUBE @SatuPersen – Indonesian Life School

Pe-resensi                   : Erna Widhi Astuti, Gr.,S.Pd. ( Guru Kimia SMA N 16 Surabaya)


Sering banget gak sih? Pas kamu melakukan suatu pekerjaan ataupun kamu punya goals yang ingin kamu capai, rasanya itu seperti berat untuk memulainya. Bisa jadi kamu sudah berjanji pada diri sendiri untuk mulai hari ini, tapi eh tapi setelah kamu pikir-pikir lebih baik dilakukan besok saja deh. Dan sayangnya, pas besoknya malah kamu bilang “ah, lusa saja deh” atau “awal bulan saja deh biar enak” sampai pada akhirnya pekerjaan itu tidak kamu kerjakan sama sekali. Nah pastinya banyak sekali yang punya masalah seperti ini, bahkan saya sendiri pun merasakan hal ini sekarang.

Memang tidak jarang kita sering menunda-nunda pekerjaan yang sebenarnya penting buat hidup kita. Atau kita sering mengerjakan suatu pekerjaan diakhir tenggang waktu deadline yang diberi. Jadinya ditunda-tunda terus, entah itu menunda olahraga, menunda kerja, menunda mengerjakan PR dan lain sebagainya. Padahal perilaku tersebut bisa dibilang tidak baik jika berlangsung terus menerus dan kemungkinan membuat hasil kerja kita tidak maksimal. Nah kira-kira apa sih penyebab hal ini? Sebenarnya penyebabnya bisa beragam sih. Tetapi yang sering saya dengar adalah rasa MALAS.

Lalu pertanyaannya, bagaimana dong kita bisa mengatasi rasa malas dan kebiasaan menunda-nunda? Jangan khawatir, coba kamu baca artikel ini sampai habis karena kita akan membahas salah satu prinsip yang bisa kamu pakai untuk mengatasi dan melawan rasa malas.

Ngomong-ngomong tentang rasa malas, mungkin kita perlu belajar dari Negara Jepang. Seperti yang kita tahu, Jepang terkenal dengan etos kerjanya yang baik dan orangnya yang disiplin. Namun pertanyaannya, “Kenapa sih suatu negara bisa punya budaya seperti itu? Nah, ternyata mereka sejak kecil sudah dilatih untuk mempunyai prinsip tertentu yaitu mengulang rutinitas kecil yang positif setiap harinya. Sehingga rutinitas tersebut pada akhirnya akan membudaya dan dipakai berkelanjutan sampai dewasa. Jadinya waktu dewasa, orang-orang Jepang menjadi pribadi yang disiplin dan tidak bermalas-malasan. Konsep tentang rutinitas ini akhirnya diberi dengan istilah tertentu yaitu TEKNIK KAIZEN.

Apa itu Kaizen? Dari segi bahasa Kaizen diambil dari dua suku kata yaitu “Kai” yang artinya “berubah” dan “Zen” yang aritnya kebijksanaan. Gabungan dari dua kata tersebutakhirnya menghasilkan suatu makna yakni perubahan dalam hidup bisa dicapai secara perlahan dan dengan penuh kebijaksanaan. Kaizen juga dikenal dengan prinsip satu menit. Kenapa? Karena sebenarnya prinsip Kaizen melatih seseorang untuk melakukan sesuatu hanya dalam satu menit setiap harinya di waktu yang sama. Contohnya seperti ini, kamu mau push up, ya kamu coba saja satu menit dulu dalam sehari dan kamu melakukan itu setiap hari di waktu yang sama. Contoh lainnya misalkan kamu mau latihan main gitar, dengan prinsip ini ya kamu coba dulu saja belajar gitar satu menit setiap hari. Misal kamu main gitar jam 7 setiap hari, ya kamu main selama satu menit saja dulu.

Nah karena prinsip tersebut sederhana sekali, maka kamu bisa lakukan ke berbagai macam hal lainnya. Misalnya membaca, menulis, mengerjakan tugas, dan apapun yang mau kamu lakukan tetapi dengan catatan kamu harus melakukannya tanpa distraksi/penganggu apapun. Jadi harus fokus. Menariknya, prinsip satu menit ini akan melatih diri kita untuk lebih bertanggung jawab. Karena ketika kamu berhasil menjalani sesuatu dalam satu menit tersebut, maka akan membuat perasaan kamu lebih baik sebab sudah melakukan satu hal dengan tuntas. Atau sense of progress tersebut akan membuat kamu ketagihan

Karena membuat ketagihan, maka prinsip satu menit ini kalau kamu lakukan setiap harinya maka akan bertambah terus. Jadi kamu akan ketagihan di hari-hari setelahnya. Mungkin hari pertama kamu cukup dengan satu menit, tapi di hari selanjutnya, mungkin satu menit itu dapat bertambah menjadi lima menit, dan dihari-hari selanjutnya bertambah lagi sampai 20 menit atau mungkin kamu bisa berjam-jam melakukan hal tersebut. Namun kuncinya adalah kamu harus konsisten dan melakukannya setiap hari supaya menjadi kebiasaan. Sekilas prinsip ini memang terdengar sangat sederhana, seperti meragukan dan tidak efektif. Kenapa cuma satu menit, begitu kan? Tetapi coba bayangkan, jika usaha yang kamu lakukan terlalu keras dan mungkin tidak rutin malah akan menghabiskan tenaga kamu, maka lama kelamaan kamu akan capek dan malas karena merasa bosan dan ya sudah jadinya tidak rutin mengerjakannya.

Jadi prinsip ini sesuai dengan definisinya yaitu perubahan itu dimulai dari hal kecil. Sehingga lebih baik sedikit tapi rutin daripada langsung tapi seabrek-abrek. Dan menariknya lagi, kalau kamu rutin mempelajari dan mengulang suatu kebiasaan setiap harinya, maka kamu akan lebih menguasai hal yang kamu pelajari dan tidak mudah lupa. Hal ini juga pernah diteliti oleh salah satu Psikolog asal Jerman, bernama Hermann Ebingghaus. Di dalam penelitiannya, dia mempelajari tentang kemampuan mengingat. Herman mengatakan bahwa kemampuan seseorang akan menurun drastis jika mendapat informasinya sekali dan seabrek-abrek. Apalagi kalau tidak pernah di review dan diulangi lagi. Namun ada pengecualian, ketika kamu melakukan repetisi atau pengulangan terhadap sesuatu, bukan hanya membuat kamu menjadi lebih mengerti tetapi informasi yang ada di otak kamu akan memiliki retensi yang lama dan tidak mudah lupa. Istilahnya memorinya itu masuk ke long term memory kamu.

Secara tidak langsung, prinsip Kaizen sejalan dengan apa yang ditemukan oleh Herman Ebbinghaus tersbut. Ketika kamu mengulang suatu hal, maka secara tidak sadar hal tersebut akan menjadi suatu kebiasaan atau habit yang masuk ke dalam long term memory sehingga kamu akan menjadi master dalam hal tersebut. Prinsip Kaizen ini dapat dilakukan oleh siapapun dan dalam bidang kehidupan apapun. Nah sekarang saatnya kamu meluangkan satu menit setiap harinya yang kemungkinan hal tersebut dapat merubah hidup kamu. Semangat!